Bisma dan Amba, Romantika Kisah Mahabharata

the_death_of_dewi_amba_by_13_08_97-d5cot10

Death of Amba

Dari sekian banyak novel yang saya baca dan curhatan yang saya terima, belum ada kisah cinta se-epic, sepelik, dan serumit Bisma dan Amba dalam epos Mahabharata. Kisah Mahabharata terbagi menjadi 18 kitab yang sering disebut Astadasaparwa (Asta berarti 8 dan Dasa berarti 10). Kisah Bisma dan Amba ada di kitab ke-1 (Adiparwa) dan kitab ke-6 (Bhismaparwa) dari Astadasaparwa.  Ringkasnya kurang lebih begini:

Raden Dewabrata (Bisma) yang berarti keturunan Bharata yang luhur adalah anak dari Prabu Santanu, Raja Astina, dengan Dewi Gangga. Raden Dewabrata digadang-gadang menjadi pewaris tahta Astina.

Beberapa tahun kemudian, Prabu Santanu jatuh cinta pada putri nelayan, Satyawati. Ayah Satyawati bersedia menyerahkan putrinya dengan syarat keturunan Satyawati’lah yang akan meneruskan tahta Astina, bukan Dewabrata. Dewabrata yang tau ayahnya sangat mencintai Satyawati pun merelakan tahtanya. Dewabrata bersumpah tidak mewarisi tahta Astina dan menyerahkan hak tersebut kepada keturunan Setyawati nantinya. Namun, pertikaian untuk merebutkan tahta Astina masih dapat terjadi antara keturunan Dewabrata dengan keturunan Satyawati. Untuk mencegah hal tersebut, Dewabrata juga bersumpah untuk tidak menikah seumur hidup agar tidak mempunyai keturunan. Akhirnya Satyawati menikah dengan Santanu. Karena pengorbanan dan sumpah agungnya, Dewabrata diberi nama Bisma dan dianugrahi kekuatan yaitu bisa menentukan waktu kematiannya sendiri.

bisma-kl

Raden Dewabrata atau Bisma

Bisma memiliki dua adik dari ibu tirinya, bernama Citranggada dan Wicitrawirya. Citranggada gugur dalam suatu pertempuran, sehingga tersisa Wicitrawirya sebagai satu-satunya penerus tahta. Untuk menjamin keberlangsungan tahta di Astina, Bisma mengikuti sayembara di Kerajaan Kasi dan berhasil mengalahkan Raja Salwa. Karena kemenangan tersebut, Bisma dapat membawa pulang tiga putri kerajaan Kasi bernama Amba, Ambika, dan Ambalika untuk dinikahkan dengan Wicitrawirya.

Amba menolak untuk menikah dengan mengaku sudah memilih Raja Salwa sebagai calonnya. Wicitrawirya pun merelakan Amba karena menurutnya tidak baik jika dirinya menikahi seseorang yang hatinya sudah dimenangkan oleh orang lain. Amba kemudian diantar kembali Raja Salwa. Namun Raja Salwa menolak untuk menerima Amba kembali karena Salwa telah dikalahkan oleh Bisma, maka Amba juga telah menjadi milik Bisma. Amba yang sebenarnya telah jatuh hati pada Bisma, meminta Bisma untuk menikahinya. Namun Bisma menolak karena ia tidak mungkin melanggar sumpahnya untuk menjadi Brahmacarin, yaitu tidak menikah seumur hidupnya.

Amba pun menemui kakeknya di hutan. Setelah mengetahui masalah Amba, kakeh Amba meminta bantuan kepada Parasurama, guru Bisma, untuk membujuk Bisma agar menikahi Amba. Hingga terjadi pertarungan antara Parasurama dengan Bisma, Bisma pun kukuh menolaknya.

Pada versi India, Amba pun membenci Bisma, kemudian bertapa dan berdoa agar dia dapat melihat Bisma mati. Sangmuka, putera dewa Sangkara, muncul dihadapan Amba memberi kalung bunga. Siapapun yang memakai kalung bunga tersebut maka akan menjadi pembunuh Bisma. Amba pergi berkelana untuk mencari ksatria yang mau memakai kalung tersebut dan membunuh Bisma. Namun tidak ada satupun yang mau melakukannya, termasuk raja Drupada, karena takut akan melawan Bisma. Dengan marahnya, karangan bunga Puspamala tadi dilempar ke tiang balai pertemuan Raja Drupada. Amba kemudian bertapa kembali, hingga Dewa Sangkara muncul dan berkata bahwa Amba akan bereinkarnasi sebagai pembunuh Bisma. Mendengar hal itu, Amba kemudian membuat sebuah api unggun lalu membakar dirinya sendiri.

Pada versi Jawa, meskipun telah ditolak oleh Bisma, Amba terus mengikuti Bisma ketika mengembara. Bisma menodongkan panah ke arah Amba untuk menakut-nakutinya agar segera pergi. Namun, panah Bisma tidak sengaja terlepas dan mengenai Amba. Dewi Amba yang sedang sekarat dipeluk oleh Bisma sambil menyatakan bahwa dirinya juga mencintai Amba. Dalam sekaratnya, Amba berkata bahwa ia akan bereinkarnasi menjadi penyebab kematian Bisma.

Apapun versinya, intinya Amba akan bereinkarnasi menjadi penyebab kematian Bisma, yaitu Srikandi.

srikandi_solo

Dewi Amba atau Srikandi

Dalam perang di Kurukshetra antara Pandhawa dengan Korawa (di Jawa dikenal dengan perang Baratayudha), Bisma berada pada pihak Korawa. Meskipun demikian, Bisma telah merestui Yudistira, sang Pandawa pertama dan ia tahu bahwa kemenangan berada di pihak Pandawa. Namun Bisma sangat setia terhadap negaranya, sehingga ia akan tetap membela negaranya siapapun rajanya, bahkan ketika rajanya Duryudana dari Korawa sekalipun.

Bisma yang agung sangat kuat dan sakti. Dapat dibilang separuh kekuatan Korawa ada di pundak Bisma. Para Pandawa tidak tau cara mengalahkan Bisma, hingga pada hari ke-9 perang, malam harinya Pandawa dan Kresna menyusup ke kemah Bisma dan bertanya bagaimana mengalahkan Bisma. Bisma dengan ramah menerima kehadiran mereka dan menjawab:

“..ketahuilah pantanganku ini, bahwa aku tidak akan menyerang seseorang yang telah membuang senjata, juga yang terjatuh dari keretanya. Aku juga tidak akan menyerang mereka yang senjatanya terlepas dari tangan, tidak akan menyerang orang yang bendera lambang kebesarannya hancur, orang yang melarikan diri, orang dalam keadaan ketakutan, orang yang takluk dan mengatakan bahwa ia menyerah, dan aku pun tidak akan menyerang seorang wanita, juga seseorang yang namanya seperti wanita, orang yang lemah dan tak mampu menjaga diri, orang yang hanya memiliki seorang anak lelaki, atau pun orang yang sedang mabuk. Dengan itu semua aku enggan bertarung..”

Sebenarnya Arjuna segan untuk membunuh Bisma, karena Bisma adalah kakeknya yang sangat dihormati. Namun Kresna menyadarkan Arjuna akan kewajibannya, disamping hanya Arjuna dan Kresna yang bisa mampu mengalahkan Bisma di medan perang.

Keesokan harinya, hari ke-sepuluh, pasukan Pandawa maju dengan Srikandi didepan. Srikandi menyerang Bisma, namun Bisma tidak melawan sama sekali. Bisma tau bahwa dihadapannya itu bukan hanya seorang wanita yang tidak patut ia lawan, tetapi adalah titisan Dewi Amba. Bisma tau bahwa takdirnya telah datang, sehingga ia membiarkan panah Hrusangkali yang dilepaskan Srikandi mengenai dadanya. Di belakang Srikandi, Arjuna menembakkan panah-panahnya hingga menancap badan Bisma. Bisma terjatuh namun tidak menyentuh tanah karena ia ditopang dengan puluhan panah yang menancap di tubuhnya.

Perang sempat dihentikan karena Bisma yang jatuh. Kedua kubu memberi penghormatan kepada Bisma. Arjuna memberi panah sebagai bantal untuk menopang kepala Bisma serta menancapkan panah ketanah hingga keluar mata air yang melepas dahaga Bisma. Bisma tidak mati seketika itu karena ia bisa memilih hari kematiannya, ia ingin melihat perang sampai akhir. Perangpun dilanjutkan dan areanya bergeser agar tidak mengganggu Bisma. Bisma menghembuskan nafas terakhirnya setelah ia menyaksikan kehancuran pasukan Korawa dan memberikan nasehat-nasehat kepada Yudistira setelah perang Baratayudha berakhir. Bisma gugur sebagai seorang ksatria sejati.

Sementara Srikandi tewas dibunuh oleh Aswatama yang menyelundup masuk ke keraton Astina setelah perang Baratayudha berakhir.

Nah… Bagaimana? Sudah teraduk-aduk dengan kisahnya?

Mungkin ada pertanyaan kenapa Dewi Amba benar-benar ingin melihat Bisma mati dan mau bereinkarnasi sebagai Srikandi, penyebab kematian Bisma. Mungkin saja Amba benar-benar membenci Bisma setelah sekian kali ditolak. Namun, bisa jadi Dewi Amba ingin segera membebaskan Bisma dari sumpah agungnya, sehingga Bisma tidak berlama-lama menderita karena sumpahnya. Ketika Bisma mati, sumpahnya akan gugur dan mereka bisa bersama di kehidupan selanjutnya. Jadi, Dewi Amba ini sebenarnya benci atau cinta dengan Resi Bisma? Benci dan cinta itu hanya berbeda tipis.

Lalu, apakah Bisma benar-benar cinta dengan Amba? Kalau cinta kenapa gak diterima saja ajakan nikahnya? Ketika Bisma melanggar sumpah, ia akan dilaknat oleh Dewa. Disamping itu Bisma adalah seorang ksatria, pantang baginya untuk melanggar sumpah. Kebahagiaan ayah dan kepentingan negaranya adalah mutlak baginya. Sebenarnya ia tidak ingin memihak Korawa, tetapi ia memihak Astina, ia tidak ingin Astina dikalahkan. Jika memang benar Bisma tidak mencintai Amba, kenapa saat diserang Srikandi (reinkarnasi Amba) ia tidak menghindar saja?

Tunggu sebentar…
Amba dan Bisma akan bersatu di kehidupan selanjutnya. Lalu bagaimana dengan kisah Srikandi-Arjuna, mengingat Srikandi adalah Amba. Untuk akhir kisah Srikandi-Arjuna, entahlah…

*Berikut link tentang kisah Bisma dan Amba yang dikemas sebuah dalam novel modern. Bahasanya relatif ringan dan mudah dicerna dibanding kitab Mahabharata aslinya.
Wattpad atau Novelsia

Sumber: kebanyakan dari Wikipedia dan banyak blog, segera saya cocokkan dengan buku Bisma Dewabrata

Leave a Reply