Mahacinta Rahwana, Sudut Lain Kisah Ramayana

8257029

Setelah mengulas sedikit tentang kisah Mahabharata, yaitu kisah Bisma dan Amba, sekarang saya mulai membaca-baca tentang kisah Ramayana. Sepertinya kisah Ramayana ini murni konflik percintaan, dengan sedikit bumbu perebutan kekuasaan. Berbeda dengan Mahabharata yang lebih ke konflik perebutan kekuasaan dengan bumbu percintaan.

wayangr1

Rama dan Shinta

wy-sumali

Rahwana

Kisah Rama dan Sita dianggap sebagai kisah kasih yang suci. Sebagian (hampir semua) orang beranggapan bahwa peran protagonis dimainkan oleh Rama, sementara peran antagonis oleh Rahwana. Entah kenapa saya kurang setuju dengan hal itu dan malah berpikir sebaliknya.

Dalam epos Ramayana, Rama, Sita, dan Laksmana (adik Rama yang setia) diasingkan ke hutan. Marica, adik Rahwana, kala itu menyamar sebagai kijang berbulu keemasan yang menyita perhatian Sita. Sitapun menginginkan kijang tersebut, sehingga Rama memburunya untuk ditangkap. Tiba-tiba terdengar suara jeritan Rama. Sita meminta Laksmana untuk menyusul Rama, namun Laksmana yakin bahwa itu bukan suara Rama. Sita malah menuduh Laksmana berkhianat dan ingin berbuat jahat kepadanya. Alhasil, Laksmana menyusul kakaknya setelah membuat lingkaran pelindung yang mengelilingi pondok mereka.

Saat Sita sendirian itulah ia diculik oleh Rahwana yang berpura-pura sebagai kakek tua dan meminta belas kasihan Sita. Jatayu, seekor burung tua, yang melihat kejadian tersebut berusaha menyelamatkan Sita namun gagal dan terluka parah setelah melawan Rahwana.

Sita ditawan di taman yang sangat indah, yaitu taman Argasoka di Kerajaan Alengka. Selama ditawan, Sita diperlakukan dengan sangat baik oleh Rahwana. Kemudian datanglah seekor kera, Hanoman, yang berkata bahwa ia utusan Rama untuk membawa Sita keluar dari Alengka. Namun Sita menolak karena ia ingin Rama sendiri yang menyelamatkannya dari Alengka dengan gagah berani.

Rama pun menyusun strategi untuk menggempur Alengka. Rahwana mati dan kemenangan ada di pihak Rama. Namun, Rama meragukan kesucian Sita karena Sita telah lama ditawan oleh Rahwana. Lalu Sita membuktikan kesuciannya dengan masuk kedalam api. Apabila Sita suci, ia pasti akan selamat dari kobaran api. Benar saja, Sita pun selamat dari api dan membuktikan bahwa ia suci. Rama dan Sita kembali bersatu.

Demikian akhir cerita pada sendratari Ramayana yang saya lihat sekitar setahun lalu di Prambanan. Walaupun saya hanya melihat episode ke-4, namun justru itulah episode akhir dari sendratari Ramayana. Tenang, Pembaca yang budiman, meskipun dalam sendratari telah mencapai akhir cerita, namun masih ada sedikit kelanjutannya.

sendra1

Sendratari Ramayana

Kisah Ramayana sendiri terdiri dari 7 kitab (7 kanda) yang dalam bahasa Jawa ditulis sebagai kakawin Ramayana. Kisah dalam kitab ke-7 (Uttarakanda) sendiri jarang disebut-sebut dalam kisah Ramayana pada umumnya. Awalnya saya mengira Rama dan Sita berakhir bahagia, seperti yang selalu diceritakan sejak saya kecil. Namun ternyata tidak.

Kitab Uttarakanda mengisahkan bahwa desas desus rakyat yang tidak percaya bahwa Sita masih suci. Hal tersebut membuat Rama membuang Sita ke hutan disaat Sita sedang mengandung. Dalam versi lain, Rama menyuruh Laksamana untuk membunuh Sita, namun karena tidak tega Laksmana hanya meninggalkan Sita di hutan dekat dengan pertapaan Rsi Walmiki. Saat berada di pertapaan Rsi Walmiki, Sita melahirkan anak yang diberi nama Kusa dan Lawa. Kusa dan Lawa ini datang ke Rama yang sedang mengadakan upacara dan menyanyikan Ramayana gubahan Rsi Walmiki.

Rama kemudian meminta Kusa dan Lawa untuk memanggil Sita ke Ayodya. Namun masih saja terdengar desas desus bahwa Kusa dan Lawa bukanlah anak kandung Rama. Hal tersebut membuat Sita harus membuktikan kesuciannya untuk kedua kalinya. Sita pun bersumpah apabila ia memang pernah berselingkuh, maka bumi tidak akan menerima dirinya. Kemudian terbukalah bumi dan Sita masuk ke dalamnya dan Sita tak pernah kembali.

Namun masih ada banyak perdebatan mengenai akhir menyedihkan Sinta ditelan bumi. Beberapa orang beranggapan bahwa hal tersebut hanya bagian tambahan, dan bukan karangan asli Walmiki. Mana yang benar? Entahlah…

Dari awal saya memang kurang sreg dengan sikap Rama yang tidak mencerminkan seorang ksatria. Jika memang ia mencintai Sita, kenapa ia masih meragukan kesucian Sita? Apabila versi akhir kedua benar dan jika Rama memang mencintai Sita, seharusnya dia tidak tega membuang Sita ke hutan dalam keadaan mengandung. Apalagi ketika Sita harus membuktikan kesuciannya untuk kedua kalinya. Ah, Sita… Rama memang tampan dan berwibawa, tapi tidak begitu seharusnya seorang ksatria memperlakukan istrinya yang sangat setia dan patuh.

Berbeda dengan Rahwana. Ia memang melakukan kesalahan, tindakan menculik Sita memang tidak bisa dibenarkan. Namun lihat, ketika Sita diculiknya pun Sita ditawan di Taman Argasoka yang indah. Ketika menawan Sita, Rahwana memang berusaha meluluhkan Sita. Sita terus menolak Rahwana karena kesetiaannya pada Rama. Perlu diingat bahwa medkupun demikian, Rahwana tidak pernah menyentuh Sita.  Mungkin Rahwana tau, bahwa cinta tidak harus memaksa.

Inti dari postingan ini bukan untuk menjudge mana kisah yang benar. Namun melihat sesuatu dari sisi yang berbeda. Meskipun Rahwana jahat, bisa dilihat ketulusannya pada Sita. Meskipun Rama baik, bisa dilihat keraguannya pada Sita. Setiap orang baik selalu punya sisi buruk, setiap orang buruk selalu punya sisi baik.

Akulah Rahwana…
Mencintai Sita dengan cara tak biasa
Mengambilnya paksa dari lingkaran magis Laksmana

Akulah Rahwana…
Mencintai Sita hanya di pelupuk mata
Menawannya di istana tanpa berani menggoda

Akulah Rahwana…
Mencintai Sita tanpa membuatnya ternoda
Memberinya taman Argasoka yang aku kira dia akan bahagia

Akulah Rahwana…
Mencintai Sita tiada tara melebihi Alengka
Menangisinya yang setia menunggu kedatangan Rama

Apakah salah seorang Rahwana memiliki cinta?

Aku hanyalah Rahwana…
Mencintai Sita adalah lara…
Kini aku mati terkena panah pusaka Rama dan terhimpit gunung Sumawana, membawa semua rasa dalam pusara

Sita, kenapa kau memilih Rama?
Dia suami pendusta yang tak percaya kau patuh dan setia

Tak perlu melewati apisuci, diasingkan di hutan sendiri, memberikan anak kembarmu pada Valmiki dan berakhir ditelan bumi jika Rama memang lelaki thani

Brahmana telah membangunkanku dari dhurma,
membuka tirai cerita bayanaka kita
Selamat datang di kehidupan kedua, Sita
Kini kau tau kan siapa Rama?

Siska Ayu W
Klaten

Leave a Reply