Goodbye SNMPTN

SNMPTN, atau eSeNeMPeTeeN atau versi cepatnya senempeteen, adalah salah satu jalur masuk perguruan tinggi negeri yang diadakan serentak di seluruh Indonesia. Tidak ada syarat khusus masuk SNMPTN, syarat tertentu mungkin berlaku pada jurusan tertentu saja. Rata-rata PTN memberi kuota untuk SNMPTN 2014 sekitar 50% dari total siswa.

Kriteria lolos SNMPTN tak ada yang tau pasti, hanya panitia dan Tuhan yang tau. Namun, secara umum SNMPTN mempertimbangkan 3 hal, yaitu indeks prestasi siswa, indeks sekolah, dan indeks wilayah. Semakin baik dan stabil nilaimu, semakin banyak dan berprestasi alumnimu, peluang diterima melalui jalur ini semakin besar.

Namun, banyak yang bilang (termasuk aku) bahwa SNMPTN itu gambling, main judi. Gak ada yang tau kita akan diterima atau nggak. Nggak ada yang tau pilihan kedua kita bakal dilihat atau nggak. Nggak ada yang tau blacklist itu beneran ada atau nggak. nggak ada yang tau bagaimana cara panitia menilai. Nggak ada yang tau, dan nggak ada yg menjamin kita masuk SNMPTN atau nggak, bahkan jika nilaimu kepala sembilan semua.

Daftar SNMPTN, daftar aja, gratis to? Pilihan jurusan tergantung individu masing-masing. Beberapa ada yang mau setinggi-tingginya dan berani gambling, beberapa memilih jurusan yang gak popular dan ‘sadar diri’.

Aku salah satu yang gak berani gambling. Aku salah satu orang yang realistis. Pengennya sih ke FTMD ITB, tapi karena nilaiku yang gak bagus-bagus amat dan karena yaaa begitulah, sepertinya aku urung kesana. Lagipula aku cewek, kalau ke Bandung sendirian, ambil mesin pula, kayaknya gak dapet restu juga dari orang tua. Mungkin aku hanya akan daftar ke ITS, entah apa nanti jurusannya. Aku masih galau TF/TK, dan gak menutup kemungkinan jika tiba-tiba pindah ke manajemen. Haha, I’m the galauest ever.

Walaupun kesempatan di ITS lebih besar daripada ITB (harusnya sih), tapi aku juga gak berharap banyak. Menurutku jurusan yang aku tuju sudah cukup (sangat) tinggi dibanding nilai dan kemampuanku sekarang yang gak-bagus-bagus-amat. Aku juga sudah siap jika suatu saat nanti aku gagal SNMPTN. Sudah dan sangattt siap malah.

Kata Bu Enny:

Undangan itu kesempatan, patut diperjuangkan. Tapi bukan satu-satunya jalan.

Yup, guru Fisika yang satu ini bener banget deh. Perjuangan untuk Undangan sudah selesai bulan Desember lalu. Melihat jajaran nilai rapor yang-gak-bagus-bagus-amat, hopeless lah undangan itu. At least, I did my best. Whatever happen later, I’ve done my best endeavor.

Kalaupun gagal undangan, masih ada SBMPTN, mandiri, dan jalur-jalur lain yang-entah-apa-namanya. Menurut aku pribadi sih, orang yang lolos lewat SBMPTN itu seribu kali lebih keren daripada yang lolos undangan. (Well, walaupun banyak yg lolos undangan itu sudah keren.) Kenapa? Karena lewat SBMPTN benar-benar diuji kemampuannya, passing grade nasional. Bukan karena keberuntungan, gambling, nilai yang dikatrol, atau usaha busuk lainnya.

Jadi inget kata-kata Fatih yang bener-bener keren *aku baik kan, Tih? :p* :

Anggap saja kita semua gagal undangan dan SBMPTN adalah satu-satunya jalan.

Nah, ganti mindset seperti itu sekarang. Paling lambat tepat setelah daftar SNMPTN, harus sudah mengantongi mindset ini. Kita harus terus berusaha, jangan terlena karena nilai udah bagus dan yakin keterima. Allah yang menentukan, bagaimana kalau tiba-tiba kita gagal? Udah siap belum usahanya?

Kalau kata Zya nih ya *entah dia dapet darimana* :

Pray for the best, prepare for the worst.

Kita nggak akan mati karena nggak keterima undangan, kecuali kalau langsung bunuh diri. Rejeki kita nggak akan ketuker. Allah itu Maha Adil dan Maha Bijaksana, Dia tau apa yang terbaik untuk hambanya.

Nesdy pernah cerita gini di grup:

Pernahkah melihat teman kalian yang gak pintar-pintar amat, nilainya pas-pasan, dan gk aktif di sekolah diterima undangan. sementara nilai kalian bagus, sering dapet juara, tapi gak keterima undangan..? Rasanya gimana? Sebel?

Ibaratnya seperti seorang pengamen….

Jika seorang pengamen suaranya jelek, asal-asalan, dan muka pas-pasan alias kumal, kita pasti cepet-cepet ngasih uang agar pengamen tsb cepet pergi.

Berbeda halnya jika pengamen tsb suaranya bagus, penampilannya bersih dan baik, kita pasti akan mengulur waktu untuk memberinya uang agar bisa mendengar suaranya berlama-lama…

Jangan menyalahkan Allah kalau kita gagal. Mungkin saja memang doa kita yang kurang. Mungkin saja Allah ingin melihat usaha kita yang lebih keras, karena Allah tau kita jauhh lebih kuat daripada yang lainnya. Allah mengerti kita, teman. Allah know us…

Sebenarnya aku tidak terlalu excited dengan jurusan/universitas yang terlalu tinggi karena aku ingin sekolah keluar negeri. Aku masih ingin ke MIT. Aku ingin dapet beasiswa ke Jepang, karena Kyoto benar-benar menggoda. Aku ingin membawa almamater Indonesia ke daratan yang lain yang jauh disana. Mungkin tahun depan aku bisa kesana, karena ada yg mensyaratkan harus menyelesaikan semester satu di sini.

Aku tetap berdoa untuk SNMPTN. Aku tetap berjuang untuk SBMPTN. Aku akan selalu berusaha untuk pergi ke negeri seberang.

wednesdays-inspirations-helen-keller-quote

Intinya jangan terlalu bergantung pada undangan, karena kita gak akan pernah tau pasti. Jangan berpikir undangan adalah satu-satunya jalan, karena masih banyak jalan yang lain.

Keep trying, keep praying, never stop believing, and reach your dreams.

Leave a Reply