(Mencoba) Kuat!

Saat ini, pelajaran matematika.
Aku sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi pada diriku dalam beberapa hari terakhir.

Mendekati UAN aku malah kehilangan cahayaku. Entah mengapa.

Jika beberapa waktu lalu aku bisa mengucapkan obsesiku pada nila 60 dengan tegas. Sekarang aku lebih sering mengucapkan impian itu, hanya untuk menyemangati diriku sendiri. Aku tak sepenuhnya berhasil.

Mungkin orang di luar sana pernah berterima kasih padaku karena aku memberi inspirasi bagi mereka. Tapi nyatanya aku lebih gagal dari mereka. Aku bahkan gagal memberi inspirasi bagi diriku sendiri.

Aku tau jutaan orang diluar sana berobsesi sama denganku. Tapi action mereka berjuta kali lebih dari aku. Mungkin kini orang lain berfikir aku tidak konsisten atau apalah itu. Sebenarnya aku tidak ingin mereka berkata itu, aku ingin membuktikan sesuatu dalam diriku siap meledak suatu saat nanti. Tapi nyatanya? Aku tak mampu menyangkal ucapan (pikiran) mereka.

Aku berharap saat ini aku hanya lelah karena kecapekan. Aku berharap aku akan pulih kembali dengan meminum vitamin. Aku tidak ingin berfikir kemungkinan terburuk (lagi) bahwa aku benar-benar kehilangan impianku.

“Aku adalah orang yang kuat!”
Aku berkata itu setiap saat. Tapi sebagian dariku tak mau berkata demikian. Beberapa sel tubuhku mencemoohku bahwa aku hanya mencoba kuat.

Ya, aku tak setangguh yang mereka pikir.
Aku belum melalui masa labilku.

Aku berada dalam ketakutan yang kuat. Sama seperti beberapa bulan lalu. Aku tak ingin berfikir ini, tapi selalu menghantui pikiranku. Aku takut kehilangannya lagi. Aku benar-benar takut kehilangan impian dan semangatku.

Aku tidak cukup kuat untuk membawanya sendiri. Aku membutuhkan orang lain untuk menyokongku. Aku membutuhkan mereka untuk mengingatkanku tentang target-targetku. Aku butuh orang lain yang bisa membuatku menggenggam impianku dengan lebih kuat.

Aku membutuhkan itu.
Tapi mereka tidak tau… Mereka mungkin tak pernah tahu atau tak mau tahu

Hingga pada akhirnya aku berperang sendirian.
Beradu dengan pikiranku sendiri.
Aku tak tau apakah suatu saat nanti aku akan menang atau kalah.

Leave a Reply