Tentang Berjuang

Semenjak beberapa waktu yang lalu, aku mulai senang melakan perenungan. Membiarkan pikiran bertemu dengan pikirannya sendiri. Entah mereka akan berdiplomasi, berdiskusi, atau malah saling melawan. Ternyata perenungan itu tentang sebuah perjuangan.

Begini…

Beberapa hari yang lalu aku merasa tersindir karena ada yang menganggapku pemalas hanya karena kebiasaan bangun siangku. Ugh!

Yang tidak ia ketahui adalah setiap orang itu unik, punya cerita perjuangannya sendiri-sendiri. Sejak awal, masing-masing dari kita sudah berjuang melawan ribuan bahkan jutaan sel lain, mengarungi ovarium hingga akhirnya bertemu sel telur. Catatlah itu sebagai perjuangan pertama.

Perjuangan selanjutnya sudah berbeda lagi. Ada yang berjuang untuk lahir normal, ada yang sesar. Lalu ada yang berjuang untuk merangkak, ada yang langsung berjuang berjalan. Ada yang berjuang sekolah, ada juga yang bahkan berjuang memulung sampah. Dan perjuangan seorang dokter dan pengusaha tak sama dengan seorang kuli bangunan. Lain lagi dengan aku dan Anda dan dia.

Masalah kita tak ada yang sama. Kita semua berjuang dengan cara yang berlainan. Tak ada yang bisa dibandingkan karena memang kita semua tak ada persamaan.

Mungkin saja kita tidak tau seorang bodoh itu berjuang demi menyelamatkan masyarakat sehingga menomorduakan IP. Atau kita yang buta bahwa orang yang sedang bercengkrama penuh tawa itu ternyata berjuang menghilangkan duka laranya. Bisa saja orang pelit itu memang sedang berhemat demi isi perutnya. Barangkali orang yang doyan bangun siang itu berjuang demi hidupnya ketika malam tiba dan terlalu lelah ketika pagi menjelang. Siapa yang tahu?

Bisa saja kitalah yang tidak berjuang memperhatikan sesama. Tidak berjuang mendengarkan. Tidak mau berjuang mengerti ataupun memahami.

Setiap perjuangan itu tak sama. Tak bisa dibanding-bandingkan, apalagi untuk digunjingkan. Semoga kita semua segera sadar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *