Instagram Post

Banyak pesan masuk ke Instagramku sejak 3 foto yang aku unggah dua jam lalu. Foto grid yang menampilkan aku dengan kebaya biru dan laki-laki dengan baju beskap.

Kebanyakan dari pesan itu adalah ucapan selamat dan rasa suka cita. Meskipun aku tidak yakin mereka ikut merasakan kebahagiaan yang aku rasakan.

Sampai suatu pesan yang berbeda dari yang lain.

De, kamu udah mau nikah kok foto-foto lama kamu dengan mantan nggak kamu hapus?

Buru-buru aku menggulir halaman profil instagramku. Benar, ada beberapa fotoku dengan dia. Satu ketika kami di Paris. Aku ingat waktu itu kami yang masih mahasiswa susah payah menabung untuk dana liburan.

Satu foto yang lain memperlihatkan tangannya memegang cangkir kopi dan memberikannya pada siluetku yang menatap jendela. Saat itu ia menghiburku yang nyaris putus asa karena skripsi.

Satu lagi ketika kami berdiri untuk menerima penghargaan. Penghargaan untuk proyek kami yang dianggap berhasil memberdayakan masyarakat daerah pinggir kali.

Aku tidak buru-buru menghapus foto-foto itu. Tetapi kembali membuka pesan unik tadi.

Tidak pernah ada yang sia-sia dalam sebuah pertemuan. Karena setiap pertemuan selalu memberikan sebuah pembelajaran. Sebuah pelajaran tidak pantas untuk dihilangkan atau dilupakan.

Aku menoleh pada calon suamiku yang duduk di sampingku. Ia yang membisikkan kalimat pada pesan terakhir yang ku kirimkan barusan.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *